Labuan Bajo, suaranusantara.co — Di tengah hangatnya dinamika menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Watu Rambung pada 29 September 2026 mendatang, sebuah pesan yang menyentuh nurani hadir dari Calon Kepala Desa Nomor Urut 2, Konstantinus Selamat. Mantan Kepala Desa periode 2018–2026 ini memilih untuk merangkul masyarakatnya dengan ketulusan, kerendahan hati, dan ketegaran jiwa.
Bagi Konstantinus, pesta demokrasi bukanlah ajang untuk merusak ikatan persaudaraan yang telah terbangun lama di Kecamatan Lembor Selatan. Ia menegaskan bahwa jabatan hanyalah titipan, namun keharmonisan antar warga adalah keabadian yang wajib dijaga.
”Politik ini pesta rakyat, bukan alat pemecah belah dan bukan pula ruang untuk saling memfitnah. Pilihan boleh berbeda, tetapi persaudaraan adalah yang utama. Kubu-kubu politik cukup sampai 29 September saja. Setelah itu, kita harus kembali hidup berdamai dalam dekapan kekeluargaan,” ujar Konstan dengan nada suara tegar penuh ketulusan, Jumat (11/9/2026) pagi.
Mengakui Kekurangan, Membuka Diri untuk Pembenahan Total
Sebagai seorang manusia dan pemimpin yang tak lepas dari khilaf, Konstan menunjukkan keteladanan yang jarang ditemui. Tanpa sekat kesombongan, ia menyampaikan permohonan maaf serta kesiapannya untuk merangkul setiap kritik dan kekecewaan warga sebagai cermin untuk berbenah.
”Sebagai manusia biasa, saya menyadari tentu ada kekeliruan dan kebijakan selama masa kepemimpinan saya yang belum memenuhi harapan seluruh warga. Semua kritik itu saya terima dengan kerendahan hati. Kritik adalah obat, dan saya siap melakukan pembenahan total demi kemajuan serta kesejahteraan Desa Watu Rambung,” tutur Konstan penuh kepolosan dan keikhlasan.
Membangun Desa dari Suara Warga
Jika kembali diberi amanah oleh rakyat, Konstantinus berkomitmen untuk mengembalikan roh pembangunan desa kepada pemilik suara sejati yakni masyarakat Watu Rambung itu sendiri.
Musyawarah mufakat per dusun (Musdus) hingga musyawarah desa (Musdes) akan tetap menjadi fondasi utama penentuan arah pembangunan.
Bagi para pemilih dan simpatisan, keteguhan sikap Konstantinus Selamat menjadi simbol kematangan seorang pemimpin yang tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi juga menjaga jiwa dan kedamaian Desa Watu Rambung.










































































