Labuan Bajo, suaranunusantara.co — Langkah perubahan resmi dimulai di Desa Surunumbeng, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat. Calon Kepala Desa nomor urut dua, Kornelis Sugianto Dalam pencalonannya mengusung empat gagasan utama pembangunan strategis yang membawa Surunumbeng keluar dari stagnasi menuju desa mandiri dan berdaya saing dalam lima tahun ke depan.
Kornelis menegaskan kemajuan desa Surunumbeng ditakar dari kebijakan pemerintahan yang berorientasi pada program kerja, alokasi anggaran desa, dan komitmen pelayanan secara terukur demi percepatan pembangunan desa.
”Arah perjuangan kami jelas, yaitu kemajuan. Seluruh kebijakan, program kerja, dan pengalokasian anggaran desa nantinya harus bermuara pada satu tujuan: mengubah Surunumbeng dari desa yang berjalan di tempat menjadi desa yang bergerak dinamis ke arah depan,” tegas Kornelis penuh optimis saat ditemui wartawan Minggu (6/9/2026)
Empat Pilar Utama Pembangunan Desa Surunumbeng
Gagasan kemajuan tersebut dirumuskan Kornelis melalui empat pilar strategis yakni Peningkatkan BUMDes dan pembentukan kelompok Tani atau Ternak yang resmi dan terdaftar, Perioritas Pelayanan Publik yang cepat dan transparan tanpa berbelit belit dalam hitungan satu hari langsung jadi serta Ketersediaan layanan Air minum bersih dan lingkungan yang sehat.
Peningkatkan BUMDes dan pembentukan kelompok Tani atau Ternak yang resmi dan terdaftar: Peningkatan potensi desa melalui digitalisasi pelayanan publik, pelatihan skill digital bagi pemuda, serta perluasan akses pasar untuk produk Usaha Milik Desa serta penguatan kelembagaan kelompok ternak atau kelompok tani
Perioritas Pelayanan Publik yang cepat dan transparan tanpa berbelit belit dalam hitungan satu hari langsung jadi : Menerapkan sistim keterbukaan informasi publik terkait tata kelola anggaran desa melalui media digital, papan pengumuman transparan, dan musyawarah berkala serta tidak berbelit belit, cepat dalam hitungan lansung jadi
Layanan prioritas Air minum bersih: Memaksimalkan layanan air minum bersih di setiap perumahan warga dengan memanfaatkan potensi sumber air yang ada menggunakan sistim pengelolaan dan pengawasan yang ketat.
Rumusan empat pilar pembangunan tersebut lahir dari rekam jejak pengabdian Kornelis di bidang pendidikan, pengamatan dan evaluasi terhdap kondisi kebutuhan mendesak masyarakat desa Surunumbeng.
Tidak hanya di dunia pendidikan, komitmen keberpihakannya pada masyarakat akar rumput diperkuat saat mendedikasikan diri bergerak di bidang pertanian yang menjadi landasan konkret dalam menyusun arah kebijakan pilar ekonomi dan kemandirian desa.
Melalui integrasi empat pilar ini, sektor kemandirian dan daya saing diproyeksikan menjadi mesin pendorong ekonomi desa, sementara transparansi dan tata kelola yang berwibawa menjadi fondasi utamanya.
Gagasan ini ditawarkan sebagai arah baru pembangunan Desa Surunumbeng untuk periode lima tahun mendatang.










































































