Labuan Bajo, suaranusantara.co – Fasilitas pipa distribusi air minum menuju Desa Golo Mbu, Kecamatan Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat, dilaporkan dirusak oleh Orang Tak Dikenal (OTK). Aksi vandalisme ini mengakibatkan aliran air ke rumah warga terbuang percuma dan sempat menghentikan pasokan air bersih selama beberapa jam.
Kejadian ini mulai mencuat ke publik setelah pemilik akun Facebook Jordan Kada mengunggah video singkat yang memperlihatkan kondisi pipa yang terpotong pada Jumat (14/5/2026). Ironisnya, proyek fasilitas negara di bawah naungan Dinas Cipta Karya Kabupaten Manggarai Barat ini diketahui belum genap satu tahun diserahterimakan (PHO).
Respon Cepat Pemerintah Desa dan Petugas
Narasumber sekaligus pemilik akun media sosial tersebut, Jhoni, mengonfirmasi bahwa insiden pengrusakan itu benar terjadi dan berdampak langsung pada warga.
”Benar ada kejadian itu. Hampir lima jam air macet dan untungnya petugas (pegawai SPAM) bersama bapak kades cepat tanggap situasinya. Masyarakat marah dan semoga pelakunya cepat atau lambat bisa ditangkap,” ungkap Jhoni saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Jumat (15/5).
Jhoni menambahkan bahwa Kepala Desa Golo Mbu telah meninjau lokasi dan menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden yang merugikan kepentingan umum tersebut.
”Bapak kades menyampaikan prihatin atas perilaku yang tidak bertanggung jawab,” lanjutnya menirukan pernyataan kepala desa.
Langkah Hukum dan Penyelidikan
Meskipun identitas pelaku masih dalam penyelidikan, pihak kepolisian dari Sektor Sano Nggoang dilaporkan telah bergerak cepat dengan mengumpulkan sejumlah barang bukti di Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Masyarakat memberikan apresiasi atas sinergi antara pihak Kepolisian dan petugas Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) Desa Golo Mbu dalam merespons laporan warga. Namun, hingga saat ini, kemarahan warga masih belum mereda akibat rusaknya jaringan pipa utama menuju Werang tersebut.
Sampai berita ini ditayangkan, awak media masih berupaya mendapatkan keterangan resmi dari Dinas Cipta Karya Kabupaten Manggarai Barat, pihak kepolisian setempat, maupun Kepala Desa Golo Mbu guna memastikan total kerugian dan tindak lanjut penanganan perkara.









































































