JAKARTA, suaranusantara.co — Di saat dentang gempita perayaan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia berkumandang di seantero negeri, ribuan saudara kita di Tanah Flores, Nusa Tenggara Timur, justru harus merayakan hari kemerdekaan di bawah terpal-terpal pengungsian.
Guncangan hebat gempa berkekuatan M7,7 yang meratakan permukiman pada 15 Agustus lalu masih meninggalkan trauma mendalam, disusul ribuan gempa susulan yang tiada henti menggetarkan bumi dan mematahkan asa warga.
Melihat duka mendalam yang menyelimuti para pengungsi yang kini kedinginan dan kehilangan tempat beralas, ketukan kemanusiaan datang dari Keluarga Besar Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Perdagangan RI.
Tepat di hari kemerdekaan, Senin (17/8/2026), mereka menyerahkan bantuan senilai Rp250 juta di Kantor Kemendag, Jakarta Pusat, sebagai bukti nyata bahwa napas kemerdekaan adalah tentang saling menopang saat saudara sejawat tertimpa musibah.
”Semoga bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita di Flores yang terdampak gempa. Kami berharap masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit ini diberikan kekuatan dan dapat segera bangkit kembali,” ungkap Menteri Perdagangan RI, Dr. Budi Santoso, M.Si., dengan nada penuh empati.
Secercah Harapan di Tengah Puing Duka
Bagi warga Flores yang kini harus bertahan di tengah keterbatasan air bersih, makanan, dan selimut hangat, bantuan ini bukan sekadar hitungan angka di atas kertas.
Uluran tangan ini adalah pengingat yang merengkuh jiwa-jiwa yang terluka: mereka tidak sendirian melintasi badai ini.
Kepala Badan Penghubung Provinsi NTT, Florida Taty Setyawati, saat menerima bantuan bersama Ketua Panitia Aksi Peduli Gempa Flores, Gregorius Upi Dheo, tidak mampu menyembunyikan rasa harunya atas kepedulian yang mengalir di saat-saat paling krusial.
Ungkapan Haru NTT: “Bantuan ini sangat berarti bagi saudara-saudara kita yang saat ini begitu membutuhkan uluran tangan untuk melewati masa-masa terkelam pascabencana,” tutur Taty dengan mata berkaca-kaca.
Komitmen Penyaluran Transparan: Gregorius Upi Dheo menegaskan bahwa setiap rupiah amanah ini akan diawasi secara ketat demi memastikan bantuan tiba di tangan anak-anak, lansia, dan keluarga yang paling membutuhkan di pelosok Flores.
Duka Mereka Adalah Duka Kita
Bencana di Flores mengajarkan kembali arti hakiki dari persaudaraan satu bangsa. Di saat sebagian besar warga menyuarakan kebebasan dan kegembiraan, warga Flores mengajarkan kita arti ketabahan di atas tanah yang retak.
”Bantuan Rp250 juta ini bukan sekadar angka, tetapi pesan bahwa di tengah bencana, persaudaraan Indonesia tetap berdiri jauh lebih kuat daripada duka,” pungkas Gregorius.
Bantuan dari Kemendag kini bergerak menuju medan bencana—membawa kabar bahwa dari Jakarta hingga pelosok nusantara, doa dan cinta Indonesia mengalir utuh untuk Flores kembali tersenyum.










































































