Labuan Bajo,suaranusantara.co — Impian menikmati indahnya surga Taman Nasional Komodo mendadak berubah menjadi mimpi buruk bagi enam wisatawan asal Italia. Alih-alih disambut hangat dengan pemandangan magis surga bahari di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Propinsi Nusa Tenggara Timur, para turis mancanegara ini justru harus gigit jari akibat ulah oknum agen perjalanan lokal yang mendadak “hilang ditelan bumi”.
Kasus dugaan penipuan ini kembali mencoreng wajah pariwisata Labuan Bajo. Pelaku diduga kuat adalah Kristoforus Aman alias Itok Aman (32), pemilik agen perjalanan Labuan Bajo Top, yang kini resmi menjadi buronan pihak kepolisian.
Janji Manis dan Modal Nekat
Drama ini bermula pada Minggu (9/8/2026). Pihak agen sebelumnya telah membooking kapal wisata Sabbar Cruise untuk pelayaran live board eksklusif selama empat hari tiga malam.
Pengelola Sabbar Cruise, Saputra, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima uang muka (down payment) sebesar Rp20 juta dari total nilai sewa yang disepakati, yakni Rp79 juta.
Demi menyervis turis asing sesuai standar, pihak kapal bahkan bergerak cepat menyiapkan segala kebutuhan perjalanan.
“DP tersebut kami gunakan untuk persiapan perjalanan. Bahkan total belanja kami sudah mencapai sekitar Rp27 juta untuk membeli bahan makanan, handuk, seprai, hingga bed cover baru sesuai permintaan wisatawan,” ujar Saputra.
Nahas, begitu hari H keberangkatan tiba, sang agen wisata melancarkan aksi jurus klasik: tidak dapat dihubungi dan menghilang tanpa jejak.
Rogoh Kocek Dua Kali Demi Selamatkan Liburan
Tak ingin liburan yang digadang-gadang hancur berantakan, keenam turis Italia tersebut terpaksa merogoh kocek kembali untuk menyewa kapal lain secara mandiri.
Langkah nekat ini diambil agar impian menyapa sang naga purba di habitat aslinya tetap terlaksana.
Setelah merampungkan pelayaran darurat tersebut, rombongan tiba kembali di Labuan Bajo pada Rabu (12/8/2026) malam.
Tanpa membuang waktu, mereka langsung meluncur ke Mapolres Manggarai Barat pada Kamis dini hari untuk membuat laporan resmi.
Christian, salah satu turis Italia yang menjadi korban, tak mampu menyembunyikan rasa kecewanya.
Pria yang mengaku sudah tiga kali melawat ke Indonesia ini menyayangkan insiden kelam yang menimpanya di destinasi kelas dunia tersebut.
”Bukan Cuma Kejahatan, Ini Pengkhianatan!”
Sontak, ulah berulang sang oknum memicu gelombang amarah dari para pelaku industri kreatif lokal.
Patris Harsan, seorang tour guide senior yang telah 11 tahun mendedikasikan hidupnya untuk pariwisata Manggarai Barat, mengecam keras tindakan Itok Aman.
Menurut Patris, perbuatan tersebut sudah sangat melampaui batas dan merusak mata pencaharian warga lokal yang bergantung pada nama baik pariwisata daerah.
Residivis yang Tak Kapok: Ini merupakan kali kedua terduga pelaku melakukan aksi penipuan serupa terhadap wisatawan.
Merusak Reputasi Global: Citra Labuan Bajo sebagai destinasi super prioritas di mata internasional dipertaruhkan hanya karena ulah satu orang.
Pernah Diberi Kesempatan: Pelaku diketahui baru beberapa bulan bebas dari kasus serupa setelah sebelumnya dibantu melalui jalur damai.
”Saya menilai perbuatan saudara Itok Aman itu sudah sangat berlebihan. Dia sudah merusak popularitas dan nama baik pariwisata di Manggarai Barat di mata dunia. Ini bukan sekadar kejahatan, tapi pengkhianatan! Dulu pernah dibantu untuk kasus pertama, tapi sekarang malah berulah lagi,” tegas Patris dengan nada geram saat diwawancarai wartawan pada Kamis sore.
Patris pun mendesak aparat kepolisian untuk bertindak tegas tanpa kompromi dan menutup rapat pintu damai.
Ia juga meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret dengan mem-black list perusahaan pelaku serta mencabut izin kerjanya secara permanen agar insiden memalukan ini tidak terus berulang.










































































