Surabaya – Ikatan Keluarga Manggarai Surabaya (IKEMAS) resmi memulai turnamen IKEMAS CUP IV pada Minggu (14/06/2026) di Stadion Galing, Bandarsugihan, Surabaya.
IKEMAS CUP merupakan turnamen resmi Diaspora Manggarai di Jawa Timur yang sudah bergulir sejak tahun 2018 dan telah melahirkan banyak pemain muda berbakat.
Mengusung tema Kemenangan Tumbuh dari Kebersamaan, IKEMAS CUP mengedepankan sisi kekeluargaan selama turnamen dan menjadi filosofi dasar sejak awal mula dibentuk.
Pesan Ketua IKEMAS
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua IKEMAS, Habentus Rambung dalam keterangan persnya kepada Suara Nusantara. Pria asal Satar Mese tersebut menjelaskan bahwa kebersamaan merupakan fondasi dasar IKEMAS CUP.
“Selain dikelola secara professional oleh orang-orang berpengalaman, IKEMAS CUP sejak awal dibuat atas dasar semangat kekeluargaan dan kebersamaan. Inilah yang menjadi fondasi dasar munculnya fair play dalam turnamen sepak bola” ucap Habentus.
Menurut Habentus, kebersamaan sebagai sesame warga Manggarai di perantauan lah yang membuat IKEMAS CUP sejak seri pertama sampai yang keempat selalu bisa terlaksana tanpa kendala berarti.
“Saya berharap terutama bagi anak-anak muda yang menjadi komposisi Utama IKEMAS CUP agar tidak lupa dengan satu hal ini. Hanya dengan begitu tali silahturahmi tetap terjalin dan ikatan persaudaraan itu tidak hanya kuat tetapi tidak akan tergoyahkan” lanjutnya.
Harapan Panitia IKEMAS CUP IV 2026
Sementara itu, Ketua Panitia penyelenggara IKEMAS CUP IV Kasmir Budir menyebutkan bahwa turnamen ini diharapkan bisa menghasilkan talenta-talenta berbakat dari Manggarai.
“Kita berharap dari sini nantinya muncul nama-nama pemain yang bermain untuk liga professional mengingat pemain bola yang berkiprah secara nasional dari Manggarai masih terhitung jari. Padahal banyak anak-anak muda kita yang sangat berbakat” ujarnya.
Kasmir Budir mengakui bahwa tantangan terbesar bagi anak-anak muda Manggarai untuk menjadi pemain professional adalah pendampingan yang masih sangat minim. Namun,keterbatasan menurutnya tidak harus selalu jadi alasan kita untuk tidak berkembang.
“Kami mulanya telah memikirkan untuk melakukan pendampingan lebih lanjut terhadap pemain yang menurut kami bermain bagus di IKEMAS CUP sejak seri pertama. Namun, harapan itu masih belum terwujud karena berbagai macam kendala” ujarnya.
Meski demikian, pria asal Cumbi ini optimis bahwa ekosistem sepak bola di Kota Surabaya yang cukup kompetitif mampu memunculkan secara alamiah pemain-pemain hebat di masa mendatang.
“Surabaya menjadi salah satu kota dengan ekosistem sepak bola yang sangat baik termasuk pembinaan dari berbagai level usia. IKEMAS CUP ingin menjadi bagian dari ekosistem tersebut” tutupnya.
IKEMAS CUP IV 2026 diketahui akan diikuti oleh sekitar 33 tim yang dibentuk oleh kumpulan keluarga Manggarai (Kilo Koe) yang tergabung di bawah naungan IKEMAS.
Menganut system setengah kompetisi, IKEMAS CUP IV 2026 juga menyediakan hadiah berupa piala bergilir, piala tetap dan juga uang pembinaan yang nilainya mencapai puluhan juta rupiah.*









































































