Labuan Bajo, suaranusantara.co – Di tengah menipisnya anggaran Dana Desa pasca lahirnya kebijakan penghematan anggaran oleh Pemerintah Pusat, calon Kepala desa Watu Rambung jilid dua, Konstantinus Selamat gelontorkan kebijakan baru pemerataan pembangunan Desa di setiap Dusun dengan tetap berlandaskan musyawarah dalam rangka menemukan kebutuhan perioritas di setiap Dusun.
Hal ini diutarakan oleh Konstantinus Selamat memasuki periode kedua kepemimpinannya di desa Watu Rambung, Kecamatan Lembor Selatan, Kabupaten Manggarai Barat.
Dengan melihat kondisi Dana Desa setelah dipangkas, Cakades nomor urut dua yang kerap disapa Konstan itu berencana akan lakukan pembangunan dari Dusun setelah sebelumnya ia fokuskan pembangunan di setiap kampung.
Program kerja bangun desa dari Dusun ini akan dipaparkannya pada saat Kampanye yang akan digelar pada Selasa 22 September 2026 yang terpusat hanya pada satu titik yakni bertempat di Kampung Sadang.
“Kalau periode pertama fisik Dana Desa kami kerjakan per anak kampung sesuai kesepakatan bersama masarakat pada saat rapat, tetapi periode ke dua nanti fisiknya per Dusun, apa lagi setelah di potong DD hanya 100 juta fisiknya, sehingga supaya tetap adil harus per Dusun,” ungkap Konstan saat dihubungi wartawan pada Minggu, (20/9/2026).
Ia berjanji jika dirinya kembali menahkodai Watu Rambung untuk periode kedua maka perioritas pembanguan akan tetap berpijak pada hasil kesepakatan saat menggelar Musyawarah di tingkat Dusun
“Tergantung kesepakatan bersama waktu rapat di tingkat Dusun karena hasil musyawarah Dusun itu yang akan dibahas waktu Musyawarah Desa (Musdes),” ujarnya.
Dalam kampanye yang akan digelar beberapa hari mendatang, Cakades Konstan tegaskan kembali keberlanjutan program yang belum dituntaskan pada periode sebelumnya.
“Mempertegas tentang keberlanjutan program prioritas sesuai kebutuhan masarakat, intinya hasil Musdus, lalu menjaga keberlangsungan hidup bermasyarakat yang rukun dan damai,” pungkas Konstan.
Sebagai seorang politisi, Cakades Konstan mengetahui bahwa selama berlangsungnya suksesi Pilkades di Watu Rambung situasi masyarakat diliputi perbedaan namun pihaknya mengharapkan agar masyarakat tetap damai.
“Saya tetap mengharapkan kepada masarakat agar setelah pemilihan kembali hidup rukun dan damai, karena politik bukan alat pemecah belah,” tutur Konstan sembari meminta warganya agar tetap mempertahankan kesatuan dan kebersamaan.










































































