Labuan bajo, suaranusantara.co – Diduga dua orang anggota Tentara Nasional Angkatan Darat (TNI AD) dari Kompi lain nekat lakukan aksi kekerasan, menganiaya secara bersama sama salah seorang warga di Dusun Rangko, Desa Tanjung Boleng, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat pada Senin (08/09/2026) sekitar pukul 12.2 Wita.
Insiden ini terjadi bermula ketika kedua oknum anggota tersebut tidak terima divideokan oleh istri korban pada saat melakukan aksi pembongkaran dan perusakan pagar di atas lahan yang diduga milik korban.
Berdasarkan informasi sementara yang diperoleh awak media ini, diduga korban berinisial ( S ) mendapat perlakuan sadis dan keji dari dua orang oknum anggota TNI AD berinisial Y dan R, mengakibatkan korban babak belur hingga mengalami kondisi kritis dan dilarikan ke Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo.
Menurut keterangan istrinya korban berinisial J, insiden ini bermula ketika istri korban memvideokan aksi dua orang oknum anggota TNI yang melakukan pengerusakan pagar di tanah milik korban.
Karena tidak terima divideokan, kedua oknum anggota tersebut langsung mendatangi kediamannya korban dan langsung melakukan aksi pemukulan secara bersama sama.
“Korban baru pulang mancing sambil duduk sambil bakar ikan namun dua orang oknum TNI datang melakukan pembongkaran pagar di tanah miliknya si korban lalu si korban juga Videokan meraka yang melakukan perusakan dan pembongkaran pagar. Bahkan oknum TNI tersebut menyatakan sudah dilaporkan ke pimpinan atas melakukan pengeroyokan tersebut,” terang istri korban kepada awak media Selasa sore.
Dari rekaman video amatir warga setempat yang diterima wartawan salah satu dari terduga oknum anggota tersebut sempat melontarkan kata kata tidak etis terhadap korban.
“Hei Anjing, kau mengerti hukum kah? silahkan kau naikan. Selama ini saya diam diam kau kira saya tidak pantau kah?,” ujar anggota itu dikutip dari rekaman video berdurasi 1.39 detik itu.
Istri korban melaporkan bahwa anggota TNI berinisial Y adalah anggota aktif yant saat ini bertugas di kodim kupang sedangkan oknum TNI berinisial R bertugas di Bari keduanya berstatus sebagai adik kakak,
Hingga berita ini diturunkan awak media masih berupaya melakukan penelusuran lebih lanjut terkait motif utama dibalik insiden yang terjadi.
Selain itu, pihak – pihak terkait yang terlibat langsung baik pelaku maupun korban saat ini masih berupaya untuk dihubungi termasuk atasan langsung dari kedua oknum anggota tersebut.
Sementara Kepala desa Tanjung Boleng, Kaharudin meskipun sudah dikonfirmasi namun hingga saat ini belum memberikan keterangan terkait insiden yang mengorbankan warga desanya sendiri.










































































