Labuan Bajo, suaranusantara.co – Isu panas kembali menghantui warga ulayat Mbehal. Informasi terbaru, Warga kampung Rareng libatkan orang Kusu berencana turun lokasi Lengkong Warang desa Tanjung Boleng, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat pada Rabu 22/07/2026
Isu warga Rareng melibatkan warga dari luar kedaluan Boleng untuk masuk lokasi Lengkong Warang yang merupakan milik leluhur ulayat Gendang Mbehal yang membentang luas dari Kampung Rungkam lama sampai pesisir pantai kini kembali beredar luas di wilayah kedaluan Boleng.
Salah seorang warga adat ulayat Mbehal, Gabriel Johang menuturkan bahwa dirinya dikagetkan dengan isu panas yang baru saja didapatnya dari internal Rareng.
“Informasinya Saudaranya almarhum Alo dan Don dari Kusu, Cancar yg datang itu diundang oleh orang Rareng. Orang Pulau Boleng juga dilibatkan oleh orang Rareng untuk masuk ke Lengkong Warang besok. Saya curiga ini misi balas dendam dari orang Kusu itu katanya karena dua org warga mereka yaitu saudara Don dan Alo mati terbunuh oleh orang Mbehal di Merot tgl 16-01-2017 silam. Mulai tadi malam mereka sudah kumpul di Merawang dirumahnya Libertus Libun dan Dami Dampe,” tutur Gebi
Sebelumnya warga Rareng sempat hembuskan isu provokatif bahwa di Lengkong warang telah terjadi pertumpahan darah.
“Hari ini saya dikagetkan dengan beredarnya informasi yang mengatakan bahwa telah terjadi Pertumpahan darah di Lengkong Warang hari ini. Atas informasi itu saya tegaskan bahwa tidak ada Peristiwa Pertumpahan darah di Lengkong Warang wilayah Ulayat Mbehal hari ini. Saya menduga Informasi itu sengaja disebarkan oleh para Provokator mafia tanah yang mau merampas tanah milik ulayat Mbehal,” tutur warga yang kerap dipanggil Geby itu.
Menurut Gebi, isu ini hanyalah modus untuk mengadu domba dan berupaya memancing emosional warga oleh karena itu tidaklah penting untuk ditanggapi.
“Kami warga ulayat Mbehal tidak akan terpengaruh dengan isu ini. Bagi kami loaksi ini mutlak milik ulayat Mbehal. Kalau ada pihak lain yang menyebarkan informasi buruk maka kami anggap itu hanyalah pengganggu. Memang sebelumnya ada pihak yang mempersoalkan lokasi ini dan berupaya untuk membagi karena sudah deal dealan dengan investor namun kami berhasil gagalkan bahkan sampai pada proses hukum. Sekarang muncul lagi isu baru,” pungkasnya
Perwakilan ulayat Mbehal menyebut sebelumnya, warga ulayat Mbehal sempat menggagalkan rencana warga Rareng yang dipimpin oleh Mersi Mance dan Blasius Panda selaku yang mengaku tu’a golo Rareng untuk membagi lokasi Lengkong warang.
Upaya itu malah menjerumuskan warga ulayat Mbehal selaku pemilik ulayat dalam proses hukum yang dilaporkan oleh Blasius Panda ke Polres Manggarai Barat pada 14 Juli 2025 lalu.
Anehnya dalam laporan itu warga ulayat Mbehal yang hanya berjumlah kurang lebih 10 orang itu justru terregistrasi di Sentra Pelayanan Terpadu (SPKT) Polres Manggarai Barat. Sementara warga Rareng yang hadir di lokasi saat itu berjumlah kurang lebih 200 orang.
Selama laporan tersebut diproses oleh Satuan Reskrim Polres Manggarai Barat, salah seorang warga ulayat Mbehal atas nama Gabriel Johang ditetapkan sebagai tersangka dengan tuduhan pengancaman sebagaimana ditetapkan dalam pasal 335 ayat 1 ke 1.
Penanganan kasus tersebut hingga kini belum menemui titik terang semenjak dirinya (Gebi) dibebaskan oleh pihak Reserse dan Kriminal Polisi Resort Manggarai Barat.
Sementara laporan dari warga ulayat Mbehal atas nama Karolus Ngotom terhadap Mersi Mance atas dugaan tindak pidana pengancaman menggunakan senjata tajam jenis tombak.
Laporan tersebut telah diterima oleh SPKT Polres Manggarai Barat Nomor : LP/Bl141/IX/2025/SPKT/Polres Manggarai Barat/Polda NTT Tanggal 02 September 2025 pukul 13.20 Wita.
Hingga kini laporan tersebut oleh pihak satuan Reserse dan Kriminal Polisi Resort Manggarai Barat terkesan mandek dan tidak ditangani serius.
Di tengah bergulirnya kasus itu, kini warga ulayat Mbehal dihantui lagi oleh isu bahwa saat ini ada oknum dari kampung Gerak yang gencar berusaha untuk menjual lokasi Lengkong Warang.
Mendapat isu itu, sejumlah warga ulayat Mbehal yang mendiami lokasi di Merot sontak bergerak untuk melakukan pemantauan di lokasi tersebut.
Salah seorang warga ulayat atas nama Karolus Ngotom menyampaikan hal ini kepada suaranusantara.co pada Senin 29/12/2025, pkl. 8.00 pagi.
“Kami akan selalu melakukan pantauan di lokasi lengkong Warang sebab isu ini sudah semakin menguat. Pada bulan juni yang lalu kami sudah mendengar isu bahwa ada pembeli yang mau membayar di depan (DP) 5 M dan juga sudah serahkan uang sejumlah 5 juta untuk biaya pertemuan. Tiba-tiba setelah itu orang Rareng masuk lokasi untuk membagi lokasi itu. Kami menduga bahwa warga Rareng datang untuk menjual lokasi itu karena sudah janjikan DP,” tegas warga yang kerap disapa Karel itu.
Ia menambahkan bahwa ada lagi isu yang baru saja didapatnya pada Minggu 28-12-2025 malam. Isu ini bersumber dari warga yang tidak ingin menyebutkan namanya.
“Tadi malam saya mendapat isu lagi bahwa orang dari Kampung Gerak saat ini lagi bekerja keras untuk mencari pembeli yang mau membeli lokasi di Lengkong Warang. Usaha ini sementara berjalan namun masih sangat dirahasiakan kata penjual itu melalui percakapan via whatsap dengan temannya,” tambah Karel sembari beranjak menuju lokasi Lengkong Warang.










































































