Labuan Bajo, suaranusantara.co – Sejumlah Dokter di Rumah Sakit Siloam yang diduga merupakan pemilik Kafe Taka membungkam saat dikonfirmasi Wartawan terkait terjadinya Insiden penembakan menggunakan senapan angin yang diduga dilakukan oleh Orang Tak dikenal (OTK) yang disebabkan karena adanya aktivitas hiburan yang mengganggu warga sekitar yang sedang menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan.
Sebuah Kafe yang terletak di Jalan Bidadari, tepat di depan Puskesmas Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur yang diduga merupakan milik sejumlah dokter yang bertugas di RSU Siloam Labuan Bajo malah membungkam saat dikonfirmasi awak media pada Rabu, 4 Maret 2026.
Insiden penembakan itu terjadi pada Sabtu malam, 1 Maret 2026, sekitar pukul 23.00 Wita. Saat itu, kafe tengah menggelar turnamen permainan mobile legend yang dihadiri sejumlah pengunjung.
Sesuai informasi yang dihimpun, terdengar dua kali letusan bunyi senapan angin dari arah luar lokasi. Tembakan pertama mengenai bagian pinggir plafon kafe. Tembakan kedua diduga memantul dan serpihan mengenai paha seorang pengunjung. Tidak lama berselang, terdengar tembakan susulan yang mengenai kaca pintu arah balkon bagian barat.
Korban bersama rekannya segera meninggalkan lokasi setelah kejadian. Belum diperoleh keterangan resmi mengenai kondisi korban maupun hasil penyelidikan aparat penegak hukum. Pemilik kafe disebut berada di lokasi saat insiden terjadi dan mengetahui peristiwa tersebut.
Letak kafe yang tepat di depan fasilitas layanan kesehatan turut menjadi perhatian warga. Mereka khawatir aktivitas hiburan dengan intensitas tinggi dapat mengganggu kenyamanan pasien yang membutuhkan ketenangan.
Sejumlah warga mengaku terganggu dengan suara musik yang diputar dan kebisingan pengunjung dari dalam kafe hingga larut malam. Mereka menilai kegiatan tersebut tidak sejalan dengan suasana Ramadan yang identik dengan ketenangan dan kekhusyukan ibadah.
“Ini bulan puasa, seharusnya bisa saling menghargai. Aktifitas para pengunjung cukup ramai dan bunyi musik cukup keras sampai malam,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan oleh wartawan.
Selain soal kebisingan, warga juga mempertanyakan legalitas kegiatan yang digelar. Berdasarkan penelusuran awak media ini kegiatan itu diduga belum mengantongi izin dari Ketua RT maupun pihak kelurahan setempat. “Kami tidak tahu ada izin atau tidak. Setahu kami tidak ada pemberitahuan ke warga,” kata warga lainnya.
Sementara, Iye ketua RT setempat mengaku mengetahui kejadian itu. Dirinya melihat banyak orang yang turun sampai ke rumahnya.
“Waktu itu saya lihat banyak orang turun sampai ke sini, saya pun ikut mencari di ruko sebelah, kebetulan tidak tutup,” ungkapnya kepada Suara Nusantara pada Rabu 4 Maret 2026 sore.
Soal peristiwa penembakan itu, Iye mengaku berdasarkan informasi sudah dilaporkan ke Polisi, namun kata dia hingga kini belum ada penjelasan lebih lanjut.
Iye mengaku banyak mendapat keluhan dari warga soal akitifitas yang dianggap mengganggu ketentraman warga sekitar. Namun, pihak manajemen kafe tidak merespon saat diberi tahu.
Ijin keramaian pun kata dia, tidak ada tembusan kepada RT.
Sementara warga lainnya mengatakan, sudah sering terjadi keributan dan kebisingan musik hingga larut malam. Apalagi bagi warga yang rumahnya berada di sekitar kafe sangat merasa terganggu dari kebisingan dan keributan tersebut.
Hingga kini, belum ada penjelasan dari pihak kelurahan maupun aparat kepolisian mengenai status perizinan kegiatan maupun perkembangan penanganan kasus penembakan tersebut. Upaya konfirmasi masih dilakukan.
Dokter pemilik kafe juga hingga kini masih membungkam sehingga awak media ini belum berhasil mendapatkan keterangan lebih lanjut terkait kejadian tersebut.
Awak media ini telah mengirim pesan ke salah satu dokter yang disebut sebagai pemilik kafe Taka, namun hingga berita ini diterbitkan, pesan yang dikirim awak media ini belum dibalas meski sudah tertanda centang dua.
Warga berharap pemerintah daerah dan aparat terkait segera melakukan peninjauan untuk memastikan kepatuhan terhadap aturan perizinan serta menjaga situasi tetap kondusif, terutama di bulan Ramadan.










































































