Suaranusantara.co – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, peran orang tua dalam mendampingi anak kini berada pada titik yang paling krusial. Realita menunjukkan sekitar 40 persen pengguna internet di Indonesia, atau sekitar 110 juta jiwa adalah anak-anak di bawah usia 18 tahun.
Menjawab tantangan ini, Gembira Parenting memperkenalkan Tunas Community Hub melalui acara bertajuk Road to Tunas Community Hub di Sekolah Tanah Tingal, Tangerang Selatan, Kamis, 29 Januari 2026. Wadah berbasis komunitas ini sebagai sebuah gerakan yang mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya kematangan usia dan kesiapan mental anak sebelum berinteraksi sepenuhnya dengan platform digital.
“Visi utama gerakan ini adalah membantu orang tua agar memiliki tempat bernaung, ruang berbagi, serta panduan konkret dalam menjaga buah hati mereka di jagat digital,” kata Founder Gembira Parenting Reza Imran Yanuar.
Ia menjelaskan hingga saat ini, sebanyak 43 komunitas dari berbagai wilayah di Indonesia serta 42 sekolah di kawasan Jabodetabek telah resmi bergabung dalam Tunas Community Hub. Keterlibatan ini menegaskan bahwa isu perlindungan anak di ruang digital merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi antara keluarga, komunitas, dan institusi pendidikan.
“Internet hari ini tidaklah bersih seperti kertas putih. Seiring waktu, ruang digital diisi oleh sisi baik dan buruk secara berdampingan,” ujar Reza.
Menurutnya, pembentukan Tunas Community Hub berangkat dari kesadaran bahwa orang tua adalah garda perlindungan pertama bagi anak, namun mereka tidak boleh dibiarkan berjalan sendirian. Sebagai wadah yang kini memilik 2.500 member, Gembira Parenting memposisikan diri sebagai katalis yang mempertemukan para ahli dengan orang tua.
“Gembira Parenting tidak bisa berjalan sendiri untuk menangani isu sebesar ini, itulah mengapa kami menginisiasi Tunas Community Hub. Kami ingin memastikan para orang tua memiliki komunitas yang membersamai mereka dalam menjalani parenting journey, sehingga tidak ada lagi yang merasa berjuang sendirian menjaga anak di dunia digital,” tutup Reza.










































































