Labuan Bajo, suaranusantara.co – Sekolah Menenga Kejuruan Negeri (SMKN) 1 merupakan satu satunya Lembaga pendidikan Menenga Kejuruan Negeri di Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat yang berjalan di tengah minimnya ketersediaan sarana dan prasarana, namun fakta ini tidak menyurutkan semangat dedikasi dan loyalitas para pendidik maupun semangat belajar peserta didik.
Lembaga Pendidikan yang bernaung pada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Propinsi Nusa Tenggara Timur ini berdiri tegak dengan kondisi memperihatinkan terletak di Wae Wako, Desa Wae Wako, Kecamatan Lembor.
Sekolah negeri satu-satunya di kecamatan tersebut kini terpaksa menggunakan ruang kelas darurat hasil gotong royong masyarakat demi memastikan generasi muda setempat tetap mendapatkan pendidikan formal.
Kepala Sekolah SMKN 1 Lembor, Kanisius Kemudi, menjelaskan bahwa sekolah yang dipimpinnya baru ditetapkan pada 24 Juni 2025 dan resmi beroperasi sejak Juli 2025.
Angkatan pertama sekolah ini berjumlah 16 orang siswa yang terbagi ke dalam dua jurusan, yaitu Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (8 siswa), serta Agribisnis Ternak Unggas (8 siswa).
Sebagai lembaga pendidikan baru, Kanisius mengakui tantangan terbesar yang dihadapi saat ini adalah minimnya fasilitas penunjang KBM serta status guru yang seluruhnya masih dibiayai oleh komite sekolah.
”Walau sarana dan prasarana minim, proses belajar tetap berlangsung di dalam ruang darurat. Hal ini didorong oleh semangat belajar murid yang tinggi. Guru-guru dan masyarakat bahkan bergotong royong membangun ruangan darurat tersebut,” ujar Kanisius dalam keterangan tertulis yang diterima awak media pada Minggu (15/6/2026).
Ia berharap Pemerintah Provinsi NTT dapat segera turun tangan menyediakan fasilitas gedung yang representatif agar siswa tidak lagi dihantui rasa cemas saat cuaca ekstrem.
Berkat dukungan masyarakat sangat besar yang dibuktikan dengan penyerahan dua bidang tanah kepada Pemda Provinsi NTT demi keberlanjutan sekolah tersebut.
Murni Swadaya Masyarakat yang Keterbatasan Ekonomi
Senada dengan Kepsek, Ketua Komite SMKN 1 Lembor, Yan, mengungkapkan bahwa pembangunan tiga lokal ruang kelas, satu unit ruang guru, serta instalasi listrik dan air bersih komunal yang ada saat ini murni lahir dari swadaya warga.
Meski secara finansial pendapatan masyarakat pas-pasan, kepedulian terhadap peningkatan SDM membuat mereka tetap bergerak.
Namun, Yan membeberkan persoalan krusial yang mengganjal bantuan dari pemerintah pusat, yakni terkait legalitas lahan sekolah yang belum mengantongi sertifikat.
”Sebisa mungkin instansi terkait dapat membantu pemrosesan sertifikat tanah yang telah dihibahkan ini. Kendala kami kemarin, berdasarkan informasi dari pimpinan lembaga, kegiatan revitalisasi atau bantuan fisik dari pemerintah pusat belum bisa turun karena terkendala masalah sertifikat tanah yang belum tuntas,” jelas Yan.
Yan menambahkan, kehadiran SMKN 1 Lembor sebenarnya memicu dampak positif eksternal bagi kawasan sekitar, termasuk mendorong pembangunan infrastruktur vital lain seperti akses transportasi.
Siswa Kesulitan Konsentrasi dan Praktik
Kondisi memprihatinkan ini dirasakan langsung oleh para siswa. Santi, salah seorang siswi SMKN 1 Lembor, menuturkan bahwa ruang kelas yang kurang memadai kerap membuyarkan konsentrasi belajar mereka.
Selain masalah kenyamanan, ketiadaan fasilitas penunjang membuat para siswa tidak dapat melakukan kegiatan praktik secara maksimal.
”Terkadang saya mengalami kesulitan untuk berkonsentrasi karena kondisi bangunan yang belum memadai. Fasilitas yang terbatas juga membuat kami kesulitan mengembangkan kemampuan, terutama untuk kegiatan praktik,” ungkap Santi.
Meski demikian, Santi menegaskan hal tersebut tidak memadamkan asa dirinya dan teman-teman untuk menggapai cita-cita. Semangat juang dari para guru di sekolah menjadi energi bagi mereka untuk tetap aktif di kelas.
”Harapan saya, semoga sekolah kami dapat segera memiliki gedung yang lebih baik dan fasilitas yang lengkap seperti sekolah pada umumnya, sehingga kegiatan belajar-mengajar dapat berlangsung dengan lebih nyaman dan efektif,” pungkasnya.









































































