Labuan Bajo, suaranusantara.co – Sekolah Dasar Inpres Norang Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai merupakan Salah satu sekolah di Kabupaten Manggarai yang ditetapkan sebagai binaan kantor Imigrasi Labuan Bajo demi memperluas edukasi keimigrasian pada kalangan masyarakat, khususnya Anak anak sejak usia dini yang diresmikan pada Kamis (05/03/2026).
Langkah ini merupakan terobosan baru bagi Kantor Imigrasi Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat dalam mengantisipasi terjadinya bahaya Tindak Pidana Penjualan Orang (TPPO).
Apa Saja yang Diajarkan? Bahaya TPPO Sampai Kesadaran Hukum
Melalui Sekolah Binaan Imigrasi, para siswa SDI Norang akan mendapatkan pembelajaran mengenai berbagai isu penting di bidang keimigrasian. Mulai dari bahaya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM), pentingnya memiliki dokumen perjalanan yang sah, hingga menanamkan kesadaran hukum serta wawasan kebangsaan.
Kepala Kantor Imigrasi Labuan Bajo, Charles Christian Mathaus, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam memberikan edukasi yang lebih luas kepada masyarakat.
“Kami hadirkan program ini bukan hanya sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan, tapi juga untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak sejak dini tentang pentingnya menjaga diri dari berbagai potensi kejahatan lintas negara,” jelasnya saat memberikan sambutan pada acara peresmian.
Ia menambahkan, pemilihan SDI Norang sebagai lokasi pertama diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia untuk mengembangkan program serupa ke depannya.
“Kita berharap melalui sekolah binaan ini, para siswa bisa jadi generasi yang lebih sadar, waspada, dan memiliki wawasan yang lebih luas,” tandas Charles
Suasana Meriah! Siswa Sambut dengan Pertunjukan Kesenian
Kunjungan rombongan Kantor Imigrasi Labuan Bajo ke SDI Norang disambut dengan penuh antusias oleh seluruh warga sekolah. Para siswa yang mengenakan seragam putih merah dengan rapi, menampilkan berbagai pertunjukan kesenian yang meriah mulai dari tarian daerah khas Manggarai hingga pembacaan puisi yang penuh makna.
Kepala Sekolah SDI Norang yang tidak ingin disebutkan namanya menyampaikan rasa bangga karena sekolahnya terpilih menjadi yang pertama di Indonesia. “Kami sangat berterima kasih kepada Kantor Imigrasi Labuan Bajo atas perhatian dan komitmennya dalam mendukung dunia pendidikan, terutama di wilayah Kabupaten Manggarai yang memang membutuhkan dukungan seperti ini,” ujarnya dengan suara penuh emosi.
BONUS! Imigrasi Labuan Bajo Gandeng PT GCAL & SVO Group Berikan Bantuan
Tak berhenti di situ, pada hari yang sama Kantor Imigrasi Labuan Bajo juga bekerja sama dengan PT. GCAL dan SVO Group untuk melaksanakan Immigration Social Program. Kegiatan ini bukan hanya memberikan edukasi, tapi juga menyalurkan bantuan langsung kepada para siswa.
Bantuan yang disalurkan beragam jenis mulai dari makanan sehat dan susu untuk mendukung kesehatan siswa, hingga perlengkapan sekolah seperti tas, sepatu, baju olahraga, serta alat tulis yang lengkap. Semua bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban orang tua dan mendukung aktivitas belajar mengajar di sekolah.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PT. GCAL dan SVO Group yang telah bersedia berkolaborasi dan memberikan kontribusi nyata bagi anak-anak kita,” ucap Charles. Perwakilan dari kedua perusahaan juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak sekolah dan Kantor Imigrasi yang telah memfasilitasi kegiatan sosial tersebut.
Selama acara berlangsung, beberapa siswa juga menunjukkan kemampuan berbahasa Inggris mereka dalam menyampaikan ucapan terima kasih, yang menunjukkan bahwa kualitas pendidikan di SDI Norang terus meningkat. Pihak sekolah berharap kerja sama ini tidak hanya berhenti di satu kali kegiatan, tapi dapat terus berlanjut sebagai bentuk dukungan berkelanjutan terhadap pendidikan di daerah.
“Semoga dengan adanya sekolah binaan dan program sosial ini, kita bisa bersama-sama membangun generasi muda yang lebih baik dan siap bersaing di tingkat nasional bahkan internasional,” pungkas Charles.








































































