MAUMERE, NUSA TENGGARA TIMUR — Di balik puing-puing rumah yang hancur dan wajah-wajah lelah warga Flores, kehadiran sebuah tangan yang merangkul ternyata jauh lebih berharga daripada sekadar bantuan materi.
Ketua Umum Laskar Muda Hanura (Lasmura) bersama tim relawan memilih tidak sekadar mengirim paket bantuan dari jauh. Mereka turun langsung ke Maumere, Kabupaten Sikka, menyusuri jalanan yang masih menyimpan trauma gempa magnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026. Di tengah debu dan kepedihan, mereka datang untuk menemui saudara-saudara yang kehilangan rumah, rasa aman, dan sebagian harapan.
Kabupaten Sikka, terutama Maumere dan Pulau Palue, menjadi salah satu wilayah yang paling membutuhkan pelukan kemanusiaan. Banyak keluarga masih tinggal di tenda darurat, anak-anak tidur dengan ketakutan, dan orang tua menatap masa depan dengan mata yang kosong. Di tengah kondisi itu, kehadiran Lasmura menjadi semacam cahaya kecil yang mengingatkan bahwa mereka tidak sendiri.
Ketua Umum Lasmura, Heru Margi Pangestu, tidak hanya menyerahkan bantuan. Ia duduk bersama warga, mendengarkan cerita mereka, dan merasakan langsung beratnya beban yang dipikul.
“Kami datang untuk menunjukkan bahwa Lasmura hadir bersama masyarakat. Bantuan ini mungkin tidak dapat menghapus seluruh kesulitan yang dialami, tetapi kami berharap dapat sedikit meringankan beban dan memberikan semangat kepada saudara-saudara kita yang terdampak gempa,” ujar Heru.
Kata-kata itu bukan sekadar pernyataan resmi. Diucapkan di tengah warga yang masih berjuang, ucapan tersebut terasa seperti janji yang dipegang erat. Heru kemudian mengajak seluruh kader Lasmura di seluruh tanah air, organisasi kepemudaan, komunitas, dunia usaha, dan para relawan untuk terus bergandengan tangan.
“Dalam situasi seperti ini, yang paling penting adalah kemanusiaan. Kita harus saling membantu, bergandengan tangan dan memastikan bantuan dapat sampai kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” tambahnya.
Ikut hadir Sekretaris Jenderal Lasmura, Martinus Suwardi Mantro, putra daerah NTT yang turut merasakan sakitnya tanah kelahiran. Ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh relawan, pemerintah daerah, aparat, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai pihak yang telah bergerak tanpa lelah membantu saudara-saudara di Flores.
Penanganan pascagempa di wilayah Larantuka, Sikka, hingga Labuan Bajo masih membutuhkan dukungan besar. Pemerintah Daerah Provinsi NTT dan pemerintah kabupaten telah mengerahkan tim dari berbagai unsur, sementara BNPB terus memobilisasi bantuan logistik melalui jalur darat, laut, dan udara. Namun di atas semua itu, yang paling dibutuhkan warga adalah rasa bahwa mereka tidak dilupakan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Lasmura bersama Partai Hanura: hadir bukan hanya saat senang, tetapi justru saat saudara-saudara kita paling membutuhkan.
Hanura Lasmura Peduli. Hanura Lasmura Hadir. Hanura Lasmura Bersama Masyarakat.










































































