Manggarai Timur, suaranusantara.co – Kondisi infrastruktur jalan provinsi di wilayah Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali menjadi sorotan tajam. Masyarakat mendesak Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, untuk segera memprioritaskan perbaikan jalur Mukun-Wukir yang dinilai rusak parah dan menghambat urat nadi perekonomian warga.
Keterangan ini disampaikan secara tertulis oleh salah seorang warga asal Manggarai Timur kepada suaranusantara.co, pada Kamis (30/4)
Salah satu tokoh muda asal Elar Selatan, Alfaro Remba mengatakan bahwa akses jalan di wilayah tersebut telah membuat masyarakat Elar Selatan merasa terisolasi, terutama saat hendak mengakses pasar yang lokasinya sangat jauh.
Menghambat Perputaran Ekonomi
Alfaro menegaskan bahwa jalur Mukun-Wukir merupakan akses vital bukan hanya bagi warga Elar Selatan, tetapi juga bagi warga Kecamatan Elar dan Kota Komba Utara.
”Jalur Mukun-Wukir itu jalur utama sebagai akses perputaran ekonomi di wilayah Elar Selatan. Bahkan bukan hanya Elar Selatan, termasuk Elar dan Kota Komba Utara juga melintasi jalur tersebut,” ujar Alfaro pada Kamis (30/4/2026).
Ia menambahkan, ketertinggalan infrastruktur ini mengakibatkan biaya logistik tinggi dan menghambat pergerakan barang serta jasa, sehingga kesejahteraan masyarakat sulit meningkat.
Gubernur Baru, Harapan Baru
Alfaro mengungkapkan bahwa sosok Emanuel Melkiades Laka Lena kini menjadi tumpuan harapan bagi masyarakat yang selama ini merasa aspirasinya kurang terakomodasi dalam kebijakan pemerintah sebelumnya.
”Kondisi nyata ini membuat kami untuk terus bersuara agar bisa direspon oleh Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena. Saya mewakili masyarakat Elar Selatan mendesak Gubernur NTT untuk segera bangun tuntas jalan provinsi jalur Mukun-Wukir,” tegasnya.
Viral di Media Sosial
Sebagai bentuk protes dan upaya menarik perhatian pemerintah, Alfaro sempat mengunggah video singkat berdurasi 10 detik di akun TikTok pribadinya yang menunjukkan kondisi jalan yang memprihatinkan. Dalam video tersebut, terlihat jalur yang rusak parah di tengah hutan lebat, menyerupai jalan yang tak terurus.
Alfaro menyatakan bahwa aksi melalui media sosial ini adalah cara sederhana yang konsisten dilakukan masyarakat agar suara mereka didengar.
”Sejak dulu kami tidak berhenti-henti untuk mengaspirasikan walaupun dengan cara-cara sederhana melalui media sosial. Ini menjadi tuntutan penting yang harus diprioritaskan oleh pemerintah gubernur agar masyarakat bisa menikmati jalan yang bagus seperti masyarakat di wilayah lain,” pungkasnya.










































































