JAKARTA – Kekeringan berkepanjangan akibat cuaca ekstrem dan fenomena El Niño telah melanda berbagai wilayah di Indonesia sehingga memicu dampak serius pada sektor pertanian.
Ribuan hektare lahan pertanian dilaporkan mengalami gagal panen atau puso akibat krisis air, yang kini berkembang menjadi ancaman nyata bagi stabilitas ketahanan pangan nasional.
Merespons situasi darurat tersebut, Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae, mendesak Kementerian Pekerjaan Umum (PU), khususnya Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA), untuk bergerak cepat turun ke lapangan dan menyinkronkan alokasi anggaran penanganan kekeringan ke wilayah-wilayah yang paling kritis.
Menurutnya, Ditjen SDA sebagai garda terdepan pengelolaan irigasi nasional harus mampu mengarahkan porsi anggaran Operasional dan Pemeliharaan (OP) secara maksimal untuk memitigasi dampak kekeringan di tingkat tapak lahan pertanian.
“Saya telah mendengar aspirasi masyarakat terdampak. Banyak dari mereka yang mengalami gagal panen. Negara harus hadir memberikan dukungan nyata”, tegasnya.
Menurutnya Ditjen SDA Kementerian PU tidak hanya bekerja normatif dalam situasi darurat ini.
“Harus ada aksi cepat, tepat dan terukur dari Pemerintah agar masyarakat dapat menyelamatkan lahan mereka”, katanya.
Lebih lanjut, legislator senior Partai Golkar ini meminta Ditjen SDA memperkuat koordinasi lapangan bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS/BWS) di setiap daerah.
Anggaran mitigasi harus difokuskan pada pengadaan pompa air tanggap darurat, bahan bakar operasional penarikan air dari sungai ke lahan kritis, hingga program perbaikan infrastruktur air tanah terintegrasi.
“Jika terlambat, maka ketahanan pangan nasional taruhannya”, katanya.
Ridwan menuturkan bahwa beberapa saat yang lalu telah membahas dan menyetujui alokasi anggaran dalam RAPBN TA 2027 untuk Kementerian PU dengan total sebanyak Rp. 114,58 Triliun dengan alokasi anggaran untuk Ditjen SDA sebanyak Rp. 30,6 Triliun.
“Sementara di tahun 2026 ini, Ditjen SDA mengelolah anggaran sebanyak 36,3 Triliun dari total anggaran Kementerian PU sebanyak Rp. 132 Triliun”, jelasnya.










































































