Labuan Bajo, suaranusantara.co — Seorang warga asal Wae Kesambi, Desa Batu Cermin Kabupaten Manggarai Barat (selanjutnya disebut Narasumber) melayangkan bantahan keras terkait pemberitaan yang diterbitkan oleh media BANERATV. Berita yang berjudul “Tak Kunjung Lunasi Utang, Sius Ruem Wartawan Suaranusantara.co Diduga Ajak Istri Pemberi Pinjaman Tidur Bersama” tersebut dinilai sepihak, tanpa persetujuan, dan merugikan nama baik serta keharmonisan keluarga narasumber.
Dalam keterangan resminya, narasumber menyatakan telah menjadi korban penipuan dan pemanfaatan situasi oleh oknum wartawan BANERATV berinisial RJ untuk kepentingan pribadi.
Poin-Poin Klarifikasi dan Bantahan
Guna meluruskan informasi yang beredar, narasumber menyampaikan sejumlah poin penting sebagai berikut:
Pemuatan Berita Tanpa Izin (Tanpa Konfirmasi): Narasumber menegaskan tidak pernah mengenal RJ, tidak pernah mengundang, dan tidak pernah meminta agar persoalan piutangnya dengan SR (wartawan suaranusantara.co) dipublikasikan.
Dugaan Penipuan dan Pencatutan Foto: RJ awalnya mendatangi kediaman narasumber untuk menanyakan perihal pinjaman uang SR. Narasumber membenarkan dan mengirimkan bukti percakapan atas permintaan RJ. Namun, RJ tidak pernah mengonfirmasi atau meminta izin bahwa percakapan serta foto pribadi narasumber akan dijadikan materi berita. Narasumber baru mengetahui hal tersebut setelah berita menyebar di media sosial Facebook.
Dampak Terhadap Keluarga: Pemuatan foto dan narasi berita tanpa persetujuan tersebut telah menimbulkan kerugian moril yang besar, mengganggu psikologis anak-anak, serta memicu keretakan dalam rumah tangga narasumber.
Status Hubungan dan Penyelesaian Utang
Narasumber menegaskan hubungannya dengan SR murni sebatas urusan pinjam-meminjam uang. Saat ini, persoalan piutang tersebut telah diselesaikan secara tuntas melalui jalur kekeluargaan.
Klarifikasi Isi Pesan (Konteks Kelakar): Terkait potongan pesan Messenger berkonten sensitif yang dimuat dalam berita, narasumber mengklarifikasi bahwa pesan tersebut hanyalah kelakar atau guyonan timbal balik yang biasa dilakukan, dan langsung dihapus setelah narasumber menegaskan batasan harga dirinya.
Narasumber memastikan tidak pernah ada tindakan fisik atau praktik asusila apa pun yang terjadi. Pemberitaan sepihak ini dinilai telah memicu kesalahpahaman dari pihak suami narasumber.
Penyampaian Permohonan Maaf
Melalui rilis ini, narasumber secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada pihak-pihak yang terdampak:
Kepada Suami dan Anak-Anak
Narasumber meminta maaf atas ketersinggungan yang terjadi dan bersumpah bahwa dirinya sama sekali tidak memiliki niat atau rencana agar cerita tersebut dipublikasikan oleh RJ.
Kepada Sius Ruem dan Keluarga/Instansi
Narasumber menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada pribadi SR, istri, anak, serta institusi media tempat SR bekerja, atas kekeliruan membagikan tangkapan layar percakapan kepada RJ yang berujung pada penyalahgunaan informasi. Narasumber mengecam keras metode pengumpulan informasi yang dilakukan oleh oknum wartawan tersebut.
Tuntutan Hukum dan Hak Jawab
Sebagai bentuk akuntabilitas publik, narasumber mengajukan tuntutan tegas kepada manajemen BANERATV dan RJ:
Pemuatan Hak Jawab Lengkap
BANERATV dituntut untuk segera memuat berita bantahan ini secara utuh tanpa ada poin yang dikurangi.
Tenggat Waktu 1×24 Jam: Mengingat dampak kerugian nama baik yang terus berjalan, berita klarifikasi ini wajib diterbitkan dalam waktu maksimal 1×24 jam sejak bantahan ini dilayangkan.
Ancaman Jalur Hukum dan Sanksi Sosial
Apabila tuntutan pemuatan hak jawab ini tidak diindahkan oleh BANERATV dan RJ, narasumber bersama pihak keluarga menegaskan akan mengambil langkah hukum, melakukan tuntutan adat/keluarga, serta memviralkan rekam jejak media dan oknum wartawan yang bersangkutan di media sosial.
Narasumber mendesak agar klarifikasi ini segera disebarluaskan secara luas agar publik, khususnya pihak keluarga besar, mengetahui duduk perkara yang sebenarnya.
Ibu asal Wae Sambi itu mengaku telah meminta RJ untuk segera menghapus berita yang telah diterbitkannya.
“aku ho om ronal ,klu ite tdk hps ite punya postingan jln jln satu nya sy bunuh diri aku. karna hancur rumah tangga daku ga ngai keluar dr tempat kerja ho ga toe manga pilih Bana aku ga bunuh diri le Ritak (malu),” ungkap ibu itu dengan menunjukan pesan whatsapp yang dikirimnya kepada wartawan BANERATV yang isinya menggunakan bahasa daerahnya saat ditemui di rumah kediamanya di Wae Kesambi pada Rabu (10/6/2026)
Permintaan Ibu itu ditolak oleh Wartawan BANERATV melalui voice note (pesan suara) dengan dalil akan terjadi perbedaan persepsi dan tidak mudah menghapus berita.
“Dia kirim pesan suara ke saya dia bilang kalau hapus berita nanti akan beda persepsi dan juga tidak mudah hapus berita. dia suruh saya untuk beritahu om Sius jawab konfirmasi dari Ronal Jantur,” tutur ibu itu meniru suara dari Ronal Jantur.









































































