Labuan Bajo, suaranusantara.co – Kepala bagian meteran listrik PLN cabang Labuan Bajo tiba-tiba memblokir nomor wartawan yang mengkonfirmasi soal keluhan pemindahan meteran listrik. Anggota DPRD Manggarai Barat, Siprianus Anjelo pun ikut bersuara atas tidak terlayaninya pengajuan pelanggan dari kampung Deket, Desa Ponto Ara Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat pada Senin 26/1/2026, siang.
Pemblokiran nomor whatsap wartawan oleh kepala bagian meteran listrik di kantor cabang Labuan Bajo bermula ketika mengkonfirmasi soal keluhan pelanggan yang hendak memindahkan meteran listrik dari rumah lama ke rumah baru yang sudah beberapa kali diajukannya ke petugas Kantor jaga Lota kecamatan Lembor.
Kronologi Sebelum Nomor whatsap wartawan diblokir oleh Kepala Bagian Meteran listrik PLN Labuan Bajo
Awalnya Wartawan menghubungi Marko selaku salah seorang petugas di kantor jaga yang beralamat di Lota desa wae Bangka, Kecamatan Lembor.
Dalam percakapan itu, Marko memberitahukan agar keluhan pelanggan itu langsung disampaikan kepada pimpinan di Labuan Bajo, karena mereka tidak memiliki wewenang mengambil keputusan.
Beberapa menit kemudian, wartawan kembali menghubungi Marko untuk meminta nomor Kepala Kantor PLN cabang Labuan Bako sekaligus meminta waktunya agar sama-sama turun ke lokasi melihat kondisi sebenarnya sesuai yang dikeluhkan oleh pelanggan.
Merespon permintaan itu, Marko langsung mengirimkan nomor whatsap pimpinannya sekaligus berjanji untuk turun turun ke lokasi.
Setiba di rumah pelanggan, wartawan menjelaskan keluhan yang disampaikan pelanggan dan meminta solusi dari petugas atas keluhan tersebut.
Jawaban yang terlontar dari mulut Marko dan rekannya tetap sama yakni menyuruh petugas harus ke Labuan Bajo bertemu langsung dengan pimpinan mereka.
Mendengar jawaban itu, wartawan berusaha menghubungi kepala bagian meteran bernama Edo langsung dihadapan kedua petugas jaga itu agar pelanggan langsung mendapatkan jawaban atas permasalahan yang dihadapinya.
Usaha itu gagal saat Edo tidak merespon telepon wartawan lalu mencoba mengkonfirmasinya melalui pesan Whatsap
“Selamat siang pak pak nanti bisa koordinasi dgn teman di kantor jaga lembor pak biar mereka bisa cek ke lokasi,” balas Edo tanpa memerintahkan pelanggan harus ke Labuan Bajo
Pesan itu dibalas kembali oleh wartawan isinya memberitahukan bahwa petugas dari kantor jaga sudah berada di rumah pelanggan.
Pesan yang dikirim hanya tercentang satu namun anehnya ketika kedua petugas itu mengatakan bahwa nomor whatsap Edo lagi online dan mereka lagi chating whatsap setelah mengirim foto di rumah pelanggan itu.
Diketahui bahwa nomor wartawan telah diblokir setelah Edo mengetahui petugas jaga sudah berada di rumah pelanggan dan terlanjur menginformasikan untuk melakukan kordinasi dengan petugas jaga sementara petugas jaga memerintahkan pelanggan harus turun ke Labuan Bajo.
Keluhan Pelanggan dan dugaan yang mempersulit dirinya
Sebelumnya pelanggan atas nama Stefanus Man warga Kampung Deket desa Ponto Ara, telah beberapa kali berupaya menemui petugas Kantor Jaga untuk mengajukan permohonan pemindahan meteran listrik dari rumah lamanya ke rumah baru.
“Saya pernah ke kantor PLN di Lembor sampai di kantor mereka suruh saya harus ketemu petugas di Lota, lalu saya ikuti saja. Sampai di Lota tidak ketemu dengan petugas lalu saya sampaikan keluhan lewat telepon mereka bilang kami tidak bisa layani jadi harus sampaikan keluhan itu pada petugas kami di Labuan Bajo,” jelas Stefanus yang ditemui wartawan.di rumah kediamannya Senin pagi.
Pelanggan mengalami dilematis setalah mendapat dua informasi yang berbeda. Petugas jaga katakan harus ke Labuan Bajo sementara Kepala bidang Meteran PLN Labuan Bajo katakan koordinasi dengan Petugas jaga di Lembor.
“Saya bingung mau ke mana sebenarnya, petugas di sini bilang harus ke Labuan tetapi petugas dari Labuan suruh ketemu petugas jaga di Lembor,” kata Stefanus setelah mendapat informasi dari Edo selaku kepala bidang meteran PLN Labuan Bajo,”
Kondisi rumah Stefanus sebelum petugas jaga mencopot meteran di rumah lamanya sudah hampir roboh dan sebagian atapnya sudah dibongkar disaat arus listrik masih mengalir.
Melihat kondisi ini Stefanus tidak hanya keluhkan soal perpindahan meteran itu tetapi ia juga cemas mengingat curah hujan yang tinggi disertai angin kencang yang mengakibatkan terjadinya konslet.
“Saya takut terjadi konslet karena arus masih ada apa lagi atap rumah setengahnya sudah dibongkar dan hampir roboh.
Dugaan yang mempersulit dirinya muncul ketika petugas menyuruh harus ke Labuan Bajo sementara petugas dari Labuan memintanya untuk berkoordinasi dengan petugas jaga di Lembor.
Tindakan yang dilakukan oleh Petugas kantor Jaga Lota
Harapan pelanggan untuk memindahkan meteran di rumah barunya berujung sia-sia ketika kedua petugas itu memutuskan kabel dan mencabut meteran listrik di rumah lama milik pelanggan lalu diamankan di kantor jaga.
Sebelum kembali ke kantor kedua petugas itu kembali menitipkan pesan kepada pelanggan.
“Bila nanti turun ke Labuan jangan lupa bawa kartu keluarga dan KTP pemohon sekaligus beritahu bahwa meteran di rumah lama sudah diamankan,” pesan kedua petugas itu.
Merespon keluhan ini, Politisi NasDem dari dapil tiga, Siprianus Anjelo langsung membuka suara bahkan ia berniat mendatangi kantor PLN Labuan Bajo.
Politisi Partai NasDem dari Daerah pemilihan Kecamatan Lembor, Lembor Selatan dan Welak itu sontak sesalkan pelayanan PLN selaku BUMN disaat pemerintah pusat gencar canangkan program Indonesia terang semenjak Presiden Jokowi.
Pihaknya meminta PLN Labuan Bajo untuk memudahkan pelayanan terhadap pelanggan dengan memandatkan tugas kepada petugas kantor jaga di unit layanan masing-masing wilayah
“Mengapa petugas jaga menyuruh pelanggan harus ke Labuan Bajo, apa gunanya ada petugas jaga dan mengapa ada perbedaan informasi antara petugas jaga dengan kepala bagian meteran PLN Labuan Bajo?,” ungkap Anggota Dewan yang akrab disapa Sipri itu saat dikonfirmasi awak media ini, Senin 26/1/2026, siang.
Niatnya menolong kesulitan masyarakat di dapilnya tidak semata melalui suaranya tetapi ia juga berusaha untuk menemui kepala PLN di Labuan Bajo.
“Saya hari ini akan ke kantor PLN Labuan Bajo untuk mendapat penjelasan langsung dari kepala PLN terkait tidak dilayaninya pelanggan di wilayah itu. Mengingat keadaan ekonomi pelanggan begitu susah tentu jangan dipersulit lagi dengan prosedur yang sebenarnya bisa diatasi melalui sistim koordinasi antara kantor pusat dengan kantor jaga,” tegas anggota Dewan yang getol menyuarakan kepentingan rakyat dari wilayah dapilnya.










































































