Labuan Bajo, suaranusantara.co – Sebuah keluarga yang berdomisili di desa Gorontalo terpaksa membangun gubuk kecil sebagai tempat bernaung setelah rumahnya ambruk rata tanah karena diterpa bencana angin puting beliung Selasa 13/1/2026 sekitar 01.00 siang.
Peristiwa ini menimpa salah satu keluarga asal kecamatan Welak yang berdomisili di Gang Pengadilan, Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.
Dalam kondisi tidak berdaya, Eduardus Habun (33) bersama istrinya Paulina Vinsensa (30) hanya bisa bertahan dan mendiami sebuah gubuk kecil yang dibangun dari bahan yang tersisa karena bencana.
Korban menuturkan bahwa peristiwa itu terjadi pada saat ia berada di dapur dan dua orang anaknya masih tidur pulas di dalam rumah.
“Saat kejadian itu saya ada di dapur sibuk mengurus makanan ternak dan dua orang anak saya ada di dalam rumah sedangkan istri saya ada di tempat kerja. Saya kaget tiba-tiba angin kencang hantam rumah sampai semua atap terangkat dan semua tiang rumah ikut tumbang. Untung saja saya cepat masuk dalam rumah untu selamatkan kedua orang anak saya,” tutur Edu saat ditemui suaranusantara.co Kamis 15/1/2026 dua hari pasca bencana.
Rumah yang semula berukuran 5×6 m², berdinding bambu, lantai semen akhirnya ambruk diterpa angin puting beliung hingga atapnya terangkat serta fisik rumah lulu lantah di tanah.
Dengan raut wajah penuh kesedihan korban yang hari-hari hanya bekerja sebagai seorang sopir kendaraan pengangkut barang pesanan online mengeluh tidak bisa membangun rumah baru pasca terjadinya peristiwa naas itu.
“Saya hanya bisa berharap pada tumpangan tangan siapa saja untuk meringankan beban saya karena keadaan saya tidak sanggup lagi membangun rumah. Semoga saja ada perhatian dari pemerintah melihat kondisi saya,” ungkap pria itu sambil menunjuk gubuk yang baru saja dibangunnya.
Mendengar keluhan itu, awak media berupaya menghubungi Kepala desa Gorontalo namun tidak terhubung lalu mencoba menghubungi Sekretarisnya.
Melalui percakapan via telepon, sekretaris desa Gorontalo mengatakan “Kami meminta pihak,korban untuk segera melaporkan kejadian itu ke RT setempat,” kata sekretaris.
Sekitar satu jam kemudian korban didatangi oleh Babin Kamtibmas desa Gorontalo yang mengaku mendapat informasi dari RT setempat namun tidak satupun dari pemerintah desa yang menyertainya.
Pria berbaju coklat itu hadir dengan senyuman yang menghibur hati korban sembari mengucapkan sapaan dan salam yang menguatkan korban.
Dalam dialog yang berlangsung penuh rasa kekeluargaan itu, Babin Kamtibmas terus menghibur korban agar tidak larut dalam kesedihan sambil berupaya membantu menemukan solusi.
Tak hanya itu, Babin juga menghimbau korban agar tidak mengabaikan kewajiban melaporkan keberadaan pada pemerintah setempat.
“Sebagai warga kamu wajib lapor diri pada pemerintah setempat, menjaga bila terjadi musibah seperti ini,” tegas Babin Kamtibmas yang ibah melihat kondisi korban.
Sementara itu, awak media juga berupaya menghubungi Kepala Dinas Sosial Manggarai Barat Marselinus Jebaru melalui pesan whatsap.
Pihaknya meminta korban membuat laporan resmi kepada Pemerintah desa.
“Buatkan laporan. Kami rekap dulu. Karena stok di gudang lagi kosong dan sedang dalam pengajuan,” Jelas Kadis Marsel
Senada dengan jawaban Wakil Bupati Manggarai Barat, pihaknya meminta korban agar membuat laporan resmi.
“Segera minta kades buat laporan resmi ke BPBD, tembusan Bupati,” balas Weng melalui pesan whatsap kepada awak media.






































































