MANGGARAI TIMUR, suaranusantara.co – Kabar mengenai Pergantian Antar Waktu (PAW) dua anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Manggarai Timur dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menjadi perbincangan hangat di media sosial. Isu ini pertama kali mencuat setelah sebuah unggahan dari akun bernama “I Can” beredar di grup Facebook “Matim Bebas Berpendapat”.
Dalam unggahannya, akun tersebut mengklaim bahwa dua legislator PKB akan diganti dengan alasan disiplin dan dugaan jual beli paket proyek.
”Dua orang DPRD Matim dari Partai PKB di PAW. Yang satu karena malas ke kantor, satunya lagi karena jual beli paket proyek. Selamat bergabung lagi sebagai rakyat biasa,” tulis akun tersebut, yang hingga Sabtu (11/4) telah menuai puluhan komentar dan reaksi dari warganet.
Berdasarkan isu yang beredar di tengah masyarakat menyebutkan, dua orang anggota PKB yang akan di PAW itu berinisial R dan F. Keduanya diganti dengan alasan yang berbeda.
Respons Pimpinan Partai dan Otoritas Terkait
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Kabupaten Manggarai Timur, Yohanes Rumat, saat dikonfirmasi awak media pada Sabtu siang, enggan memberikan pernyataan secara mendalam mengenai kebenaran isu tersebut.
Ia mengarahkan agar informasi tersebut dikonfirmasi langsung kepada pihak sekretariat dewan.
”Cek ke Sekwan saja,” ujar Yohanes singkat melalui pesan WhatsApp, sembari mengirimkan nomor kontak Sekretaris DPRD Manggarai Timur.
Namun, upaya konfirmasi kepada Sekretaris DPRD Manggarai Timur, Ronny Daur, belum membuahkan hasil. Hingga berita ini diturunkan, panggilan telepon maupun pesan singkat yang dikirimkan awak media tidak mendapatkan respons.
Senada dengan Yohanes, politisi PKB lainnya, Ferdinandes Alfa, juga memilih untuk tidak memberikan tanggapan saat dihubungi terkait isu pergantian antar waktu tersebut.
Tanggapan Ketua DPRD
Sementara itu, Ketua DPRD Manggarai Timur, Salesius Medi, menjelaskan bahwa dirinya belum bisa memberikan keterangan resmi karena sedang menjalankan tugas di luar daerah.
Politisi PDI Perjuangan ini menyarankan agar awak media berkoordinasi langsung dengan internal partai bersangkutan.
”Lebih baik kontak partainya saja karena saya masih bertugas. Untuk saat ini belum bisa beri keterangan, tunggu saya masuk kantor baru tahu pastinya,” jelas Medi.
Hingga saat ini, keabsahan isu PAW tersebut masih menunggu pernyataan resmi dari internal Partai Kebangkitan Bangsa maupun Sekretariat DPRD Kabupaten Manggarai Timur.










































































