Labuan Bajo, suaranusantara.co – Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat dari Fraksi Partai NasDem, Siprianus Anjelo, menyalurkan bantuan ribuan buku literasi bagi peserta didik di dua sekolah di Kaca, Desa Suru Numbeng, Kecamatan Lembor Selatan, Kabupaten Manggarai Barat Rabu (8/4/2026).
Aksi spontan ini dilakukan legislator Manggarai Barat dari Daerah Pemilihan (Dapil) III (Lembor, Lembor Selatan, dan Welak) tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap ketersediaan fasilitas penunjang wawasan bagi siswa di wilayah asalnya.
Bantuan ini disalurkan untuk dua sekolah di Kecamatan Lembor Selatan yakni SMPK Kaca sekolah binaan Suster Suster dari kongregasi CIJ dan SDK Kaca.
Respons Pihak Sekolah
Bantuan ini disambut baik oleh pihak sekolah. Kepala SMPK Kaca, Sr. Cyrilla, CIJ, menyampaikan apresiasinya mengingat sekolah yang dipimpinnya masih tergolong baru dan memiliki fasilitas terbatas.
”Kami dari pihak sekolah sangat berterima kasih mendapat bantuan berupa buku literasi untuk siswa, sehingga menanam budaya literasi bagi siswa, membuka wawasan, aktif dan kreatif bagi siswa demi masa depan mereka,” ujar Sr. Cyrilla saat dikonfirmasi pada Kamis (9/4/2026) sore.
Ia menambahkan, bantuan tersebut sangat berarti untuk mengisi perpustakaan SMPK Kaca yang baru didirikan pada tahun 2019. “Sangat senang karena perpustakaan kami masih kurang,” imbuhnya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala SDK Kaca, Arjono Kaji, mengungkapkan rasa bangga atas kepekaan Siprianus Anjelo terhadap kebutuhan mendesak para siswa. Selama ini, pihak sekolah mengaku kesulitan mengakses buku bacaan selain buku teks pelajaran.
”Terus terang saja, selama ini kami tidak mempunyai akses untuk mendapatkan buku bacaan siswa selain buku teks pelajaran. Untuk buku teks pelajaran kami selalu didatangi oleh penerbit, namun untuk buku non-teks kami kesulitan akses. Adapun jumlah buku yang diserahkan kemarin kurang lebih 3.000 eksemplar,” jelas Arjono.
Sebagai alumni dari SDK Kaca, Arjono berharap Siprianus tetap konsisten memberikan perhatian pada almamaternya, terutama terkait sarana dan prasarana penunjang kegiatan belajar mengajar (KBM).
Inisiatif Pribadi
Siprianus Anjelo menegaskan bahwa pengadaan bantuan buku tersebut merupakan inisiatif pribadi dan murni dorongan nurani untuk mencetak generasi masa depan yang mandiri. Ia menggarisbawahi bahwa bantuan ini tidak menggunakan anggaran negara.
”Saya salurkan bantuan ini benar-benar dari niat saya sendiri dan bukan bersumber dari uang daerah atau uang negara. Bagi saya, buku merupakan kebutuhan vital bagi para siswa dan tidak bisa mengharapkan satu-satunya sumber pengetahuan dari guru. Agar anak bisa belajar mandiri, tentunya harus didukung dengan ketersediaan berbagai literatur yang dapat diakses,” tegas Sipri.
Kehadiran Siprianus di Lembor Selatan selama ini dikenal oleh konstituennya sebagai sosok yang peka terhadap keluhan masyarakat, bahkan sebelum aspirasi tersebut disampaikan secara resmi melalui forum-forum formal.










































































