Labuan Bajo, suaranusantara.co – Pemilik Penginapan harian Chez Felix milik seorang warga Wae Kesambi, Desa Batu Cermin yang terletak di belakang pasar Wae Kesambi berusaha berspekulasi terhadap adanya aktivitas layanan jasa open Booking Out (BO) yang dapat menimbulkan adanya dampak sosial dan mengancam kesehatan akan terjadinya penularan penyakit seksual.
Sebuah penginapan terletak di tengah keramaian aktivitas pasar ini sontak memantik sorotan warga yang memperhatikan volume pengunjung yang tak pernah berhenti dari waktu ke waktu.
Lebih miris aktivitas layanan BO ini terjadi di sebuah penginapan yang letaknya persis berada di sekitar Gereja Paroki Maria Bunda segala bangsa Wae kesambi dengan jarak kurang lebih 200 meter.
Semula saat didatangi awak media suasana di rumah pemilik usaha yang berhadapan dengan penginapan itu tampak sepi. Hanya terlihat seorang ibu dan seorang karyawan.
Ibu setengah tua itu menyambut kehadiran dua orang wartawan dengan nada yang sangat halus, namun beberapa menit kemudian serentak berubah dan tampak saat wartawan meminta tanggapannya terkait berita isi berita itu.
Dengan nada tampak polos dan ceplos ibu itu merespon pertanyaan wartawan dengan jawaban yang membenarkan adanya aktivitas layanan BO di tempat usaha miliknya.
“Ya ada memang kenapa, di tempat lain juga banyak bukan hanya di sini yang begitu,” ungkap istri pemilik usaha penginapan bernama Iron Iron kepada wartawan saat ditemui di rumah kediamannya yang terletak di dekat Pasar Wae kesambi, Selasa (3/3/2026) sekitar pkl. 17.00 Wita.
Meskipun dalam keterangan istrinya mengakui adanya aktivitas open BO di penginapan itu, namun Iron berusaha berspekulasi dengan mengatakan tidak berurusan dengan hal itu dan saya tidak peduli apa pun profesi mereka.
“Begini adik, saya buka penginapan harian Rp. 200.000 per hari. Siapa tamu yang mau nginap saya terima tetapi soal apa profesi mereka, apakah pemabuk, pencuri, penjahat atau layani BO itu bukan urusan saya,” ujar Iron saat ditemui awak media bertempat di rumah kediamannya yang berhadapan dengan tempat penginapannya.
Pihaknya juga mengatakan bahwa ia tidak mengetahui adanya aktivitas itu meskipun ia mengaku telah memasang cc tv di area usahanya untuk memantau aktivitas para pengunjung di penginapannya.
“Ya ada cc tv tetapi soal adanya aktivitas laki-laki yang keluar masuk itu saya tidak tahu,” jawab Iron dengan gaya bahasa yang tampak diplomatis.
Informasi ini diketahui oleh wartawan setelah membaca sebuah berita yang memuat informasi tentang aktivitas Open BO yang dilakukan oleh beberapa tamu di penginapan Chez Felix milik Iron.
Berita tersebut menyajikan informasi terkait pengakuan para pengguna kamar yang melayani kencan dengan tarif Rp. 300.000 hingga 500.000.
Salah seorang perempuan berinisial A atau Anit, yang secara terbuka mengakui dirinya menawarkan jasa prostitusi.
“Saya sudah lama tinggal di penginapan Chez Felix. Tarifnya Rp300 ribu sampai Rp500 ribu sekali kencan. Dalam satu hari bisa sampai delapan laki-laki saya layani,” ungkap Anit dikutip dari pemberitaan media FLOBAMOR.COM yang diterbitkan Sabtu, 17 Januari 2026.
Wanita itu juga menegaskan bahwa pemilik penginapan yang disebutnya bapa Kos turut mengetahui adanya aktivitas BO di penginapan milik Iron.
Ketika ditanya apakah pemilik kos mengetahui aktivitas tersebut, Anit menegaskan bahwa pemilik kos tidak mungkin tidak tau.
“Bapak kos pasti taulah mas. Rumahnya berhadapan langsung dengan kos ini. dia pasti lihat laki-laki keluar masuk setiap hari, karena dirumahnya ada pasang cctv,” ujarnya.










































































