Labuan Bajo, suaranusantara.co – Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi menekankan pentingnya kerja kolaboratif dari berbagai elemen masyarakat dalam mewujudkan pembangunan kepariwisataan Daerah Super Prioritas yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat saat menyampaikan sambutan dalam seminar nasional yang digagas oleh lima Ormas Katolik bertempat di Aula Setda Kantor Bupati Manggarai Barat, Sabtu (21/06/2025)
Hal ini disampaikan Bupati Edistasius Endi saat menyampaikan sambutan sekaligus membuka kegiatan seminar nasional yang digagas oleh lima ormas Katolik yang tergabung dalam sekretariat bersama.
Lima Organisasi Masyarakat (Ormas) Katolik Cabang Labuan Bajo ini terdiri dari Perkumpulan Alumni Mahasiswa Republik Indonesia (PATRIA), Pemuda Katolik (PK), Ikatan Sarjana (ISKA), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Labuan Bajo dan Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Cabang Manggarai Barat.
Seminar Nasional ini bertemakan ‘duc in altum’ Jaring Gagasan Tawarkan Solusi tentang Tata Kelola Pembangunan Pariwisata Prioritas Labuan Bajo.
Bupati Edi menyampaikan apresiasinya atas inisiatif serta tindakan nyata oleh segenap komponen yang tergabung dalam kepanitiaan seminar nasional dalam mewujudkan tata kelola pembangunan kepariwisataan Labuan Bajo yang mampu memberikan solusi atas setiap permasalahan yang ada.
Selain itu, Bupati Edi menekankan pada hasil akhir seminar yang mampu mengakomodir peran setiap elemen masyarakat dan tidak hanya menjadi penonton dari pergerakan industri Pariwisata di Labuan Bajo.
“Tentu semuanya ini bermuara agar kita sekalian lebih khusus rakyat yang ada di tempat ini tidak hanya menjadi obyek dari seluruh pergerakan pembangunan kepariwisataan itu sendiri. Pikiran yang sangat cerdas dan solutif yang mau ditawarkan oleh para narasumber tentu menjadi acuan, panduan bagi pemerintah daerah dalam menentukan kebijakan di 5 tahun ke depan,” Ujar Bupati Edi.
Bupati Edi juga menyoroti kondisi kemajuan sektor pariwisata di Kabupaten Manggarai Barat yang belum maksimal berdampak langsung dalam berbagai lini dalam kehidupan masyarakat.
Pihaknya menginginkan lahirnya solusi yang mengusung konsep restoratif tourism dari gelaran seminar nasional ini, sehingga kemajuan pariwisata Labuan Bajo mampu berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat.
“Sungguh disadari bahwa kemajuan sektor pariwisata di kabupaten ini saat ini apalagi di hari – hari kemarin, kita hanya punya kebanggaan semu. Nanti tinggal dielaborasi sejalan dengan niat, pokok pikiran terkait dengan membangun pariwisata 5 tahun ke depan dengan tawaran adalah restoratif tourism,” Ungkapnya.
Demi terwujudnya kesejahteraan bagi masyarakat Manggarai Barat, Edi mengajak seluruh komponen masyarakat agar ikut aktif dalam mendukung dan mewujudkan tata kelola pembangunan pariwisata Labuan Bajo yang lebih baik melalui kerja kolaboratif yang cerdas, solutif dan elegan.
“Mari kita sama – sama bagaimana menempatkan supaya rakyat yang ada di kabupaten ini harus menjadi subyek dan obyek dari pembangunan kepariwisataan itu sendiri,” ajak Edi
Bupati Manggarai Barat dengan senang hati menyambut kehadiran pemerintah pusat dari beberapa kementrian walaupun melalui zoom.
“Kami sangat senang bahkan bahwa hari ini rekan – rekan dari pemerintah pusat, lingkungan hidup, pariwisata maupun kementerian yang hadir melalui zoom, mari kita bekerja kolaborasi agar mimpi supaya terwujudnya itu kebaikan bersama atau yang disebut bonum commune terwujud sehingga rakyat sungguh merasakan bahwa negara atau pemerintah hadir di tengah mereka,” Ujar Bupati Edi.
Mengakhiri sambutannya, Bupati Edi mengapresiasi upaya panitia penyelenggara dalam menggelar seminar nasional ini dengan cara – cara konstruktif dan elegan dalam mendukung pembangunan sektor kepariwisataan di Kabupaten Manggarai Barat ke arah yang maju dan lebih baik.
“Lagi – lagi terima kasih kepada panitia. Ini cara yang paling elegan dengan memberikan rekomendasi yang dilahirkan lewat sebuah seminar, mari kita budayakan cara – cara yang konstruktif karena pemerintah membutuhkan pikiran – pikiran cerdas dan solutif dari berbagi elemen.” Tutup Bupati Edi.
Setelah seminar nasional ini dibuka oleh Bupati Manggarai Barat, kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi yang menghadirkan sejumlah pemateri.
Pemateri pertama dibawakan oleh Anggota Ombudsman RI, Rober Na Endi Jaweng dengan topik “Kebijakan publik perlu diawasi guna memastikan terpenuhinya Kepentingan Masyarakat Lokal
Materi selanjutnya dibawakan oleh Plt. BPOLBF, Frans Teguh sekaligus Perwakilan Kementerian Pariwisata dengan topik “Program Unggulan Pengembangan Industri Pariwisata di Destinasi Super Prioritas Labuan Bajo”.
Selanjutnya Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Barat, Fransiskus S. Sodo, mewakili Bupati Manggarai Barat membawakan materi tentang Strategi Penggalian Sumber Daya Bahari untuk meningkatkan PAD.
Mewakili Kementerian Lingkungan Hidup Ade Suharso menyampaikan materi tentang Strategi Pengelolaan Pariwisata Berbasis Lingkungan Hidup.
Narasumber pada sesi ke – 2 dalam diskusi ini adalah Pimpinan Komisi Nasional Disabilitas, Ign. Kikin Tarigan dengan topik Upaya dan Strategi Pemenuhan Hak – Hak Kaum Disabilitas.
Ketua DPP Patria, Gustaf Tamo Mbapa membawakan materi tentang Peran Ormas Katolik dalam Mengisi Pembangunan Nasional.
Perwakilan ITDC / General Manager The Golo Mori, Wahyuaji Munarwiyanto menyampaikan materi tentang Program Unggulan Pengembangan Industri Pariwisata di Destinasi Super Prioritas Labuan Bajo.
Ketua PP PMKRI, Susana Kandaimu memaparkan materi tentang “Peluang dan Tantangan Kader Katolik Menuju Indonesia Emas 2045.
Seminar Nasional ini dihadiri oleh anggota Alumni Margasiswa Republik Indonesia atau PATRIA Cabang Manggarai Barat, Pemuda Katolik Cabang Manggarai Barat, Ikatan Sarjana Katolik (ISKA), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Labuan Bajo dan Wanita Katolik Republik Indonesia Cabang Manggarai Barat, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda dan sejumlah elemen masyarakat.